Sabtu, 07 Juni 2014
"TERIMA KASIH"
Terima kasih untuk seseorang yang telah bersedia mengenal saya.
Terima kasih untuk seseorang yang telah mewarnai beberapa hari saya
Terima kasih untuk seseorang yang telah mengajari saya bahwa ada sisi lain dalam kehidupan.
Terima kasih untuk seseorang yang telah mengajari saya hal yang belum pernah saya pahami secara mendalam
Terima kasih untuk seseorang yang telah mengajari saya makna shalat.
Terima kasih untuk seseorang yang telah mengajari saya arti berpikir dewasa
Terima kasih untuk seseorang yang telah mengajari saya memahami pertanda2
Terima kasih untuk seseorang yang telah mengajari saya untuk mengasah feeling.
Terima kasih untuk seseorang yang telah menghormati wanita
Terima kasih untuk seseorang yang selalu menyemangati saya untuk terus belajar
Terima kasih untuk seseorang yang selalu mendukung saya untuk mencapai cita2.
Terima kasih untuk seseorang yang telah menjadikan saya bak permaisuri
Terima kasih untuk seseorang yang telah menemani saya di saat hujan turun
Terima kasih untuk seseorang yang telah mendendagkan lagu2 sehingga membuat saya tersenyum,
Terima kasih untuk seseorang yang telah melukiskan sepenggal kisah dlm hidup saya.
Terima kasih untuk seseorang yang mengajari saya akan ketulusan dan keikhlasan.
Terima kasih untuk seseorang yang telah membantu saya.
Terima kasih untuk seseorang yang telah memimta maaf sepenuh hatinya. Maaf itu telah ada tanpa diminta sekalipun.
Terima kasih untuk seseorang yang telah meminta restu secara tersirat.
Terima kasih untuk seseorang yang kini telah bersanding dipelaminan merah itu.
Restu & doa saya akan selalu mengiringi biduk rumah tangga mu.
Terima kasih untuk yg telah lalu, saat ini, dan seterusnya.
Terima kasih telah menjadi teman baik saya
Terima kasih jika anda ingin tetap menjalin silaturahmi, pintu silaturahmi akan selalu terbuka.
Terima kasih......... ding.
Minggu, 30 Maret 2014
Keinginan VS Kesiapan.
Ini bukan soal mau atau tidak mau, berani atau tidak berani.
Ini soal janji yang diucapkan dihadapan banyak saksi, malaikat, dan janji kepada Allah.
Bukan sekedar harsat keinginan, tapi soal kesiapan.
Siap disini bukan hanya soal umur atau fisik, tapi kesiapan disini meliputi kesiapan secara psikologis dan materi. Mungkin agak terdengar terlalu materialistis, tapi ya memang hal itu untuk masa depan bukan hanya dua manusia, tapi keturunan-keturunan, dan penggabungan 2 keluarga. Secara psikologis apakah mampu menjalani tanpa adanya persiapan?
Ada seseorang yang pernah bertanya kepada saya, Apa bedanya kesiapan dan keinginan?
Dalam opini saya, Keinginan adalah sebuah hasrat yang didasari oleh nafsu. sedangkan Kesiapan adalah kematangan pola pikir, psikologis, fisik dan meteri untuk menjalani bahtera rumah tangga dengan visi dan misi yang sejalan.
Jadi, pernikahan bukan hanya sekedar keinginan tapi juga kesiapan lahir bathin yang harus dipersiapkan secara matang agar kelak pernikahan itu menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warahmah, pernikahan yang mandiri untuk menjadi keluarga yang madani.
Mari kita persiapkan secara matang agar sunnah Rosul ini manjadi barokah.
_Mung_
Jumat, 28 Maret 2014
Alhamdulillah.... the sweet sweat... "Hejo Mini_Malis"
![]() |
| day 4th 12/14/2013 |
Alhamdulillah,,, the sweet sweat, pencapapaian 2013. Baiti jannati pun selesai tepat waktu sesuai yang diharapkan.
day 4th 12/14/2013
![]() |
| This is for kitchen and toiet |
![]() |
| the bed room |
![]() |
| dinning room |
![]() |
| 12/15/2013 |
![]() |
| Bed room |
![]() |
| front side 12/15/2013 |
![]() |
| 12/22/2013 almost finish ;) |
![]() |
| 1/1/2014 |
![]() |
| bed room 1/4/2014 |
![]() |
| Toilet 1/4/2014 |
![]() |
| dinning room 1/4/2014 |
![]() |
| Living room 1/4/2014 |
![]() |
| The Mini Hejo finished |
Senin, 17 Februari 2014
Pari, the one of beatifull spot in Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)











































