Minggu, 30 Maret 2014

Keinginan VS Kesiapan.

Ini bukan soal mau atau tidak mau, berani atau tidak berani.
Ini soal janji yang diucapkan dihadapan banyak saksi, malaikat, dan janji kepada Allah.

Bukan sekedar harsat keinginan, tapi soal kesiapan.
Siap disini bukan hanya soal umur atau fisik, tapi kesiapan disini meliputi kesiapan secara psikologis dan materi. Mungkin agak terdengar terlalu materialistis, tapi ya memang hal itu untuk masa depan bukan hanya dua manusia, tapi keturunan-keturunan, dan penggabungan 2 keluarga. Secara psikologis apakah mampu menjalani tanpa adanya persiapan?

Ada seseorang yang pernah bertanya kepada saya, Apa bedanya kesiapan dan keinginan?
Dalam opini saya, Keinginan adalah sebuah hasrat yang didasari oleh nafsu. sedangkan Kesiapan adalah kematangan pola pikir, psikologis, fisik dan meteri untuk menjalani bahtera rumah tangga dengan visi dan misi yang sejalan.

Jadi, pernikahan bukan hanya sekedar keinginan tapi juga kesiapan lahir bathin yang harus dipersiapkan secara matang agar kelak pernikahan itu menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warahmah, pernikahan yang mandiri untuk menjadi keluarga yang madani.

Mari kita persiapkan secara matang agar sunnah Rosul ini manjadi barokah.

_Mung_