Minggu, 15 Juli 2012

Mereka merestui

Sayang hanya sebuah bunga tidur, entah lah itu sebuah khayalan yang terbawa kealam mimpi atau sebuah harapan yang besar hingga tenggelam didalamnya.
Tak dapat dimengerti oleh logika ini, tapi cukup menjadi hiburan dihati hingga berkembanglah senyuman yang menggelitik.
Wajarlah jika itu sekedar bunga tidur, jika mimpi itu datang hanya sekali. Namun, sering berulang dikala terlelap dalam buaian malam, apa itu bisa dikatakan wajar???
Ya… pihak anda merestui kita, namun berat hati dipihak saya. Berkali-kali itu hadir dalam malam2 saya. Namun entah mengapa malam itu bunga tidur itu berkunjung kembali, tapi ini berbalik 90 derajat, kamilah yang menyambut hangat dirimu kawan mayaku.
Namun itu hanya sebuah keindahan di alam mimpi, Nyatanya di alam sebenarnya masih tak saya fahami. Canda, tawa, rayuan itu pun mungkin hanya sebuah kamuflase yang saya pun tak mengerti artinya, walau ku coba tuk mengerti tapi aku tak mampu untuk mengartikannya, rasa takut bersalahlah yang menggelayut dipikiran ku.
Mencoba berkali-kali menghalau rasa dihati, menambah keyakinan dihati untuk mempercayai bahwa bukan kamu kawan mayaku yang kelak menjadi imam bagiku. Namun sulit rasanya, dirimu datang kembali dengan segala pertanyaan, dengan segala guyonan, dengan segala canda dan rayuan.
Yaa memang semua masih rahasia Sang Illahi, Rahasia Allah memang sulit untuk dikuak. Wallahua’lam.. ana lam ‘arif.
Satu yang masih aku pertahankan “aku hanya ingin jatuh cinta dan melabuhkan cintaku hanya kepada orang yang tepat, yang dipilihkan oleh Allah yang kelak akan menjadi imamku nanti, dan aku adalah tulang rusuknya”. Dan rasa dihati ku saat ini, biarkanlah tetap tertanam disini “Cukup Cinta Dalam Diam”. Itu pesan mu.
Kawan mayaku, dibalik layar canda, tawa, obrolan ringan begitu kita nikmati, namun entahlah akankah masih ada  canda, tawa, obrolan lagi kelak Allah mempertemukan kita.

_Madunya Manis_